Malam Keakraban Food Wise Campaign

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on email

Perkembangan teknologi yang begitu pesat turut mempengaruhi proses produksi makanan yang mudah dan cepat. Banyak makanan cepat saji yang diproduksi oleh pabrik, restoran, maupun oleh masyarakat itu sendiri. Meskipun terdengar efektif dan efisien, namun nyatanya banyak dampak negatif yang timbul akibat dari produksi makanan yang tidak terkontrol. Banyaknya makanan yang dihasilkan terkadang membuat pabrik atau restoran harus membuang sisa makanan yang tidak habis terjual. Selain itu, perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab atas makanan, seperti tidak menghabiskan makanan, membuat makanan dalam jumlah yang banyak, makan tidak sesuai dengan porsinya, membeli makanan yang tidak disukai, dan adanya rasa gengsi bila menghabiskan makanan di depan orang lain membuat makanan harus berakhir menjadi sampah. Mirisnya, perilaku tersebut seakan sudah menjadi suatu kebiasaan yang dianggap sepele. Padahal, menurut penelitian yang dilakukan oleh The Economist Intelligence Unit (EIU) pada tahun 2017, Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara penghasil sampah makanan terbanyak di dunia, yakni sekitar 300 kg tiap individu. Akibat dari sikap manusia yang acuh tak acuh bisa berakibat fatal terhadap bumi maupun manusia itu sendiri. Sampah makanan yang menumpuk menghasilkan gas metana dan menjadi salah satu sumber pemanasan global. Ditambah, tumpukkan sampah makanan yang bercampur dengan air hujan bisa menghasilkan air lindi yang dapat mencemari sumber air minum. 

Keresahan yang tiada ujungnya membuat Tim Aptiandaru yang tergabung dalam Global Youth Conference on SDGs 2021 tidak tinggal diam dan hanya pasrah ikut “menikmati” proses perusakan bumi akibat sikap dan perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab. Menyatukan ide dari 3 kepala, menghasilkan rangkaian kegiatan yang bertemakan “Food Wise Campaign”. Pada dasarnya, kegiatan ini merupakan kampanye yang ingin menyuarakan tentang Food Waste di zaman modern ini. Tidak bergerak sendiri, namun Tim Aptiandaru juga memberikan kesempatan bagi generasi muda di luar sana yang ingin turut bergabung menyukseskan kegiatan kampanye ini. Setelah terbentuk “tim” dari peserta yang telah mendaftar, kegiatan perdana pun dilaksanakan pada tanggal 27 September 2021 kemarin. Kegiatan ini merupakan bonding antar tim. Bagi Tim Aptiandaru, jika sudah tergabung dalam kampanye, tidak ada lagi yang namanya peserta dan panitia, semua merupakan satu tim. Sehingga melalui kegiatan bonding, Tim Aptiandaru berharap tidak ada rasa sungkan dan canggung diantara tim kampanye ini. Kegiatan dimulai dengan doa menurut kepercayaan masing-masing, lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Global Youth Conference dan Penjelasan Food Waste serta teknis pelaksanaan kampanye yang akan dilakukan selama beberapa hari kedepan. Di sela-sela pemberian materi, Tim Aptiandaru juga mengajukan beberapa pertanyaan dan pendapat sehingga bisa terjadi komunikasi dua arah dan tujuan dari bonding di malam keakraban ini bisa tercapai. Setelah pemberian materi, sebagai simbol dan langkah awal dalam menjalankan kampanye, masing-masing orang membawa makanan selingan atau snack yang sudah disediakan sebelumnya dan selama 5-10 menit kedepan, mereka akan menghabiskan makanannya, tanpa tersisa. Kegiatan makan bersama berjalan dengan kondusif, semua tim menyambut dengan antusias. Pada akhir kegiatan, dari pihak Tim Aptiandaru memberikan sedikit kesimpulan tentang tujuan dan maksud dari acara pada malam itu, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang kemudian disambung dengan penutup. 

Acara malam keakraban ini menjadi tanda bahwa seluruh rangkaian proses kegiatan kampanye sudah resmi dimulai. Tim sudah harus mengunggah beberapa konten mengenai food waste. Setiap anggota tertib mengikuti seluruh rangkaian kampanye ini dengan baik, sehingga kampanye bisa berjalan dengan lancar. Tim Aptiandaru juga mengadakan awarding kepada anggota yang memiliki antusias tinggi dan aktif selama kampanye berlangsung. Bukan maksud apa-apa, penghargaan ini diadakan agar semakin memicu api semangat dari setiap anggota dalam menyebarkan hal-hal positif kepada masyarakat sekitar. Acara kampanye berlangsung selama 4 hari dan semua anggota puas dengan rangkaian acara ini. Bahkan, Tim Aptiandaru banyak mendapatkan feedback positif dari anggotanya. “Acaranya sangat menyenangkan, mengingatkan untuk peduli dengan sampah tapi dengan cara yang menyenangkan, pokoknya seru banget! Semoga campaign-nya diadakan lagi nanti!”, kata Balqis Anastasya, salah satu anggota yang masih duduk di bangku sekolah. 

Melalui Food Wise Campaign ini, Tim Aptiandaru, sebagai generasi penerus bangsa sudah mengambil satu langkah lebih maju untuk turut menyelesaikan isu-isu sosial dan lingkungan yang ada di Indonesia, bahkan bisa jadi langkah awal dalam memutuskan rangkaian permasalahan di seluruh dunia. Harapannya, tidak hanya segelintir pemuda yang sudah bergerak, tapi semakin banyak pemuda yang mau melakukan aksi nyata bersama. Semakin banyak gerakan yang dilakukan, semakin dekat dunia mencapai target untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di zaman ini. Sebab, tanpa adanya kerjasama dari berbagai pihak, khususnya generasi muda, masalah ini tidak akan pernah pergi dan akan tetap ada hingga generasi berikutnya. 

Scroll to Top