GLOBAL YOUTH CONFERENCE UMUMKAN PEMENANG KOMPETISI MENARI UNTUK BUMI

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on email

Denpasar, 29 Oktober 2021 —- Setelah melalui proses penjurian yang cukup panjang selama kurang lebih 1 bulan. Global Youth Conference secara resmi mengumumkan pemenang dari kompetisi menari untuk bumi melalui live di kanal instagram resmi GYC, bertepatan dengan hari sumpah pemuda, 28 Oktober kemarin. Tim Muda GYC yang diwakili oleh 11 orang bergabung secara offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di Pantai Sindhu, Sanur, Bali. Bekerjasama dengan Kita Poleng Bali, kompetisi tahun ini mendapatkan respon yang cukup positif, sebab terdapat 24 tim dari Sumatera hingga Sulawesi turut andil dan ikut menyemarakan kompetisi yang mengangkat tema “manusia hidup bersama alam”. Uniknya peserta terbuka untuk remaja disabilitas maupun non disabilitas usia 15 – 25 tahun. Dewan juri yang terdiri dari 3 orang yaitu : Ari Gunawan (Ketua Panitia GYC 2021), Jasmine Okubo (Co-Founder Kita Poleng Bali) dan I Gusti Bagus Ytbw Ranuh (Co – Founder Kita Poleng Bali) akhirnya memutuskan 3 juara serta 1 juara favorit berdasarkan like di media sosial.

“Koreografi yang bagus, musik yang mendukung dan videografi yang sangat baik hingga membuat kami dari juri merinding membuat kami memutuskan bahwa karya tari ini sangat layak menjadi juara dalam kompetisi menari untuk bumi tahun ini” Kata Ari Gunawan selaku perwakilan dari Tim juri. Pesan pelestarian dan penggambaran bagaimana sampah dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan umat manusia mengantarkan Tim Jelana Creative Movement dari Jembrana, Bali keluar sebagai Juara 1 dengan karyanya “manu.sa.mpah”. 

Tarian yang berjudul Wail Of Breath dari Tim Divatria berhasil meraih juara 2 dalam kompetisi tahun ini. “Tim ini memiliki koreografi yang sangat baik sehingga penyampaian pesan terkait polusi udara yang terjadi di Jakarta akibat urbanisasi sangat bisa kami tangkap” tutur Ari. Juara 3 diraih oleh Sanggar Watu Manggar dengan tarian yang berjudul Budidaya Kopi. “Pesan pelestarian dan budidaya yang sangat melekat dalam tarian ini membuat kami memutuskan memberi predikat juara 3 pada tim yang berasal dari Ruteng, Flores ini”, jelas Ari. Sederhana tapi bermakna, deskripsi yang tepat untuk tarian ini. Gerakan mengolah dan menumbuk kopi ditambah dengan latar tempat pengambilan video tari yang dilakukan di depan Rumah Adat Masyarakat NTT memperkuat kesan budaya dan budidaya yang hendak disampaikan.

Disamping 3 pemenang dari tim juri, Tim Chandra Maheswari dengan judul tari “Lestari Alamku” menjadi juara favorit setelah dalam kurun waktu 10 hari hampir mendapatkan 1200 like di kanal instagram resmi GYC. Selain mendapat hadiah menarik dari panitia, pemenang dari Kompetisi Menari untuk bumi ini nantinya akan tampil pada puncak acara Global Youth Conference pada 27 – 28 November mendatang. Melalui kompetisi ini diharapkan tujuan pembangunan berkelanjutan dapat diperkenalkan melalui berbagai medium dan ekspresi, salah satunya ekspresi seni yakni seni tari.Seluruh informasi mengenai GYC 2021 dapat diakses di www.preciousisland.id/gyc2021 atau lewat kanal akun media sosial Instagram kami @gyconsdg. 

Contact Information

Sekretariat Global Youth Conference 

Gedung South Quarter, Tower B Mezzanin, Jl R.A Kartini Kav. 8 Ciladak Barat, Jakarta Selatan – 12430, Indonesia.

Email gyc@preciousisland.id 

www.preciousisland.id 

 

Scroll to Top